Lompat ke isi utama

Berita

Metode Audiovisual Jadikan Pembelajaran P2P Daring Bawaslu Gowa Lebih Interaktif dan Efektif

Peserta P2P sedang melaksanakan pembelajaran melalui Audio Visual

Peserta P2P sedang melaksanakan pembelajaran melalui Audio Visual

Pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring Tahun 2025 berjalan dengan baik, ditandai dengan tingginya antusiasme dan keterlibatan aktif 40 peserta perwakilan Kabupaten Gowa. Selama lima hari pelatihan, para peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan dalam pengawasan pemilu partisipatif. Gowa (31/10/2025)

Selama kegiatan, peserta mendapatkan enam materi pokok yang dirancang untuk memperkuat kapasitas dan peran masyarakat dalam pengawasan pemilu partisipatif. Materi-materi tersebut mencakup pemahaman teknis mengenai pencegahan pelanggaran dan penyelesaian sengketa proses pemilu, pelaporan dugaan pelanggaran, serta strategi dalam mengembangkan gerakan pengawasan partisipatif di tingkat lokal. Selain itu, peserta juga dibekali dengan keterampilan dalam memperkuat jaringan serta memberdayakan komunitas sebagai mitra strategis pengawasan, termasuk pengenalan konsep pengawasan partisipatif berbasis digital yang relevan dengan dinamika kepemiluan saat ini.

Yang membedakan pelaksanaan P2P tahun ini adalah penggunaan metode pembelajaran audiovisual yang interaktif. Melalui tayangan video, simulasi kasus, dan contoh praktik pengawasan di lapangan, peserta diajak memahami materi secara lebih konkret dan kontekstual. Cara ini dinilai sangat efektif dalam membantu peserta menyerap materi sekaligus mendorong partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (P2H) Bawaslu Kabupaten Gowa, Juanto, menilai metode audiovisual memberi dampak positif terhadap pemahaman peserta.

“Peserta lebih mudah memahami karena mereka melihat langsung bagaimana pengawasan dijalankan di lapangan. Pendekatan ini membuat proses belajar tidak kaku dan lebih hidup,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembelajaran dengan pendekatan visual juga membuka ruang refleksi bagi peserta untuk mengaitkan materi dengan pengalaman nyata di lingkungan masing-masing.

“Kami mendorong para peserta untuk kembali ke komunitasnya dan menjadi agen partisipatif yang bisa menularkan pemahaman tentang pengawasan pemilu. Dalam hal ini, Bawaslu hanya bertindak sebagai mediator yang menyediakan ruang pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai demokrasi,” jelas Juanto.

Melalui pelaksanaan P2P Daring ini, Bawaslu Gowa berharap akan lahir lebih banyak pengawas partisipatif yang memahami aturan sekaligus memiliki kesadaran untuk menjaga integritas pemilu di masyarakat.

Penulis dan foto : humas

Editor : Juanto