Jelang Pemilihan Ketua Osis, Bawaslu Gowa Ajak Siswa SMAN 10 Gowa jadi Pemilih Cerdas
|
Gowa — Bawaslu Kabupaten Gowa melaksanakan sosialisasi pendidikan pengawasan kepemiluan dan pengembangan pengawasan partisipatif di SMA Negeri 10 Gowa, Senin (28/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi pengawasan atas pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS (Ketos) dan Wakil Ketua OSIS (Waketos), sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa SMAN 10 Gowa mengenai proses pemilihan yang demokratis dan sesuai aturan.
Wakasek Humas SMA Negeri 10 Gowa, Hj. Hasniah, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan Bawaslu Gowa.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan pengetahuan tentang kepemiluan dan memahami pentingnya berpartisipasi dalam proses demokrasi. Apalagi mereka juga akan belajar menerapkan nilai-nilai tersebut melalui pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS di sekolah,” ujar Hj. Hasniah.
Materi pertama disampaikan Anggota Bawaslu Gowa, Juanto Avol, yang membahas hak pilih dan pencegahan politik uang. Ia mengaitkan materi tersebut dengan pelaksanaan pemilihan Ketos dan Waketos di sekolah, termasuk pentingnya memilih berdasarkan pertimbangan yang objektif tanpa dipengaruhi pemberian atau imbalan.
“Pemilihan di sekolah juga menjadi pembelajaran demokrasi. Karena itu, hak pilih harus digunakan secara bertanggung jawab dan prosesnya perlu dijaga agar tidak dipengaruhi politik uang,” ujar Juanto.
Selain itu, Juanto menjelaskan sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pemilihan, mulai dari tujuan pemilihan, struktur pengawasan, pengenalan lembaga Bawaslu, tujuan pendampingan langsung, hingga prinsip pemungutan dan penghitungan suara.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu siswa melihat bahwa proses pemilihan Ketos dan Waketos juga membutuhkan pengawasan agar berjalan tertib dan sesuai aturan.
Materi selanjutnya disampaikan Suhardi Kamaruddin dengan tema demokrasi. Ia menjelaskan bahwa demokrasi tidak dapat berjalan tanpa aturan yang menjadi dasar dalam setiap proses pemilihan.
“Demokrasi harus berjalan sesuai aturan. Dengan proses yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan, kita bisa belajar bagaimana memilih pemimpin yang amanah,” kata Suhardi.
Dalam konteks pemilihan Ketos dan Waketos, nilai tersebut dapat diterapkan melalui kesempatan yang setara bagi calon, kebebasan siswa menentukan pilihan, serta pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara secara jujur dan terbuka.
Ketua Bawaslu Kabupaten Gowa, Saparudin, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi siswa untuk mengenal demokrasi dan pengawasan sejak di lingkungan sekolah. Menurutnya, pemilihan Ketos dan Waketos menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta menjaga proses pemilihan agar berlangsung jujur, adil, dan sesuai aturan.
Penulis dan foto : Humas
Editor : Juanto